Skip to content

progam vb 1

Image

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Private Sub KELUAR_Click()

ANLOAD Me

End Sub

 

Private Sub LAGI_Click()

NPM.SetFocus

NPM = “”

NAMA = “”

ALAMAT = “”

End Sub

Private Sub BATAL_Click()

NPM.SetFocus

NPM = “”

NAMA = “”

ALAMAT = “”

End Sub

 

Private Sub NAMA_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

ALAMAT.SetFocus

End If

End Sub

 

Private Sub NPM_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

NAMA.SetFocus

End If

End Sub

 

Advertisements

Wakapolri Diperiksa KPK

JAKARTA, BARATAMEDIA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Pol Nanan Sukarna, Rabu (06/03). Nanan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM Korlantas Polri.

Nanan tiba di Kantor KPK sekitar pukul 09.45 WIB. Jenderal bintang tiga itu datang dengan seragam dinasnya. Sebelum Nanan tiba, sejumlah polisi sudah berjaga-jaga di sekitar halaman parkir utama Kantor KPK. “Saya diperiksa sebagai saksi,” kata Nanan kepada para wartawan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha menyampaikan, Nanan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Selain memeriksa sejumlah petinggi di lingkungan Polri, dalam kasus ini KPK juga memeriksa sejumlah anggota Komisi III DPR. Mereka adalah Azis Syamsuddin (Fraksi Golkar), Bambang Soesatyo (Fraksi Golkar) Benny K Harman (Fraksi Demokrat), dan Herman Heri (Fraksi PDIP).

KPK meyakini, sejumlah anggota komisi mitra Polri itu mengetahui seluk-beluk proyek simulator SIM Korlantas Polri. Juru Bicara KPK Johan Budi memastikan, seluruh saksi yang diperiksa, termasuk dari kalangan anggota DPR, relevan dengan perkara yang menjerat Djoko.

“Kalau saksi itu dipanggil penyidik, dianggap mengetahui terkait kasus itu,” ujar Johan.

Sayangnya, Johan enggan membeberkan lebih jauh soal keterlibatan para anggota dewan itu dalam kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM Korlantas Polri. Menurut informasi, para anggota dewan itu masih akan menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dalam kasus ini, keempat anggota Komisi III itu disebut-sebut kecipratan anggaran proyek yang nilainya masing-masing lebih dari Rp1 miliar. Namun, dalam beberapa kesempatan, empat anggota dewan itu membantahnya. Menurut mereka, proyek simulator SIM Korlantas Polri tidak dibahas di Komisi III. Bahkan Bambang Soesatyo menyatakan siap ditembak mati bila terbukti menerima aliran dana proyek.

Terkait bantahan tersebut, Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yuna Farhan, menuding para anggota dewan itu telah membohongi publik. Menurut Yuna, meski proyek simulator SIM Korlantas Polri merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tetap saja proses pembahasan dan persetujuannya melalui Kementerian Keuangan dan mitra Polri di DPR, yakni Komisi III.

“Komisi III mitra Polri, jadi mereka yang bahas dan setujui anggaran simulator. KPK sudah tepat memanggil anggota Komisi III,” kata Yuna, kemarin.

Yuna menilai para wakil rakyat itu ingin lari dari tanggung jawab. Andaikan benar mereka tidak tahu, lanjut Yuna, berarti anggota dewan itu tidak melaksanakan tugas dan fungsi budgeting. “Itu mau cuci tangan saja. Kalau benar tidak tahu, berarti mereka makan gaji buta, melalaikan tugas karena fungsi anggarannya tidak jalan,” ujar Yuna. (fys)

 

http://www.baratamedia.com/read/2013/03/06/11747/wakapolri-diperiksa-kpk

Home » IPTEK Ilmuwan Meyakini Kiamat Terjadi Bukan Karena Azab

Image

BARATAMEDIA – Sekelompok ilmuwan ekologi internasional yang dipimpin oleh University of Adelaide telah menolak skenario kiamat secara tiba-tiba, namun kiamat pasti terjadi oleh perubahan pada ekologi bumi.

Kiamat terjadi akibat Sebuah titik kritis ketika atribut ekosistem, seperti kelimpahan spesies atau penyerapan karbon yang merespon dengan cepat tekanan manusia atas perubahan tata guna lahan atau perubahan iklim.

Dalam sebuah makalah di jurnal Trends in Ecology and Evolution, para ilmuwan dari Australia, Amerika Serikat dan Inggris menyatakan bahwa dengan skala global, titik kritis ekologi mengalami perubahan di daerah yang luas, tampaknya “kiamat” di sebabkan oleh ekologi yang terjadi secara bertahap dan halus mengikuti pola.

“Ini adalah berita baik, karena kita bisa menghindari skenario azab dan kesuraman tiba-tiba, ataupun perubahan ireversibel,” kata Profesor Barry Brook, penulis utama dan Direktur Ilmu Iklim di University of Adelaide.

Perubahan ekosistem di Bumi karena dibuat oleh manusia, jika ada hubungan yang kuat antara keduanya memungkinkan berdampak cepat di seluruh planet.

Para ilmuwan memeriksa empat pilar utama dari perubahan ekosistem darat: perubahan iklim, perubahan tata guna lahan, fragmentasi habitat dan hilangnya keanekaragaman hayati. Namun mereka menyimpulkan, mungkin saja itu dapat menginduksi titik kritis global.

Dengan begitu, para ilmuwan menolak kiamat yang terjadi karena tiba-tiba. “Kriteria ini, bagaimanapun, adalah sangat tidak mungkin untuk dipenuhi di dunia nyata,” kata Profesor Brook. Seperti yang dilansir spacedaily. Senin (04/03). (ali).

 

MU Vs Real Madrid; Kunci Ronaldo!

MANCHESTER, BARATAMEDIA – Manchester United akan melakoni laga hidup mati kontra Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (06/03) dini hari WIB. Dari kubu tuan rumah, manajer Sir Alex Ferguson meyakini, kunci permainan Real Madrid adalah Cristiano Ronaldo. Pada laga nanti, Alex pun menyiapkan ramuan khusus untuk meredam aksi bintang asalRead full story

 

http://www.baratamedia.com/rubrik/olahraga

Raffi Ahmad Korban Konspirasi’ Seliweran di PN Jaktim

JAKARTA, BARATAMEDIA – Raffi Ahmad kembali tidak dihadirkan di persidangan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rabu (06/03). Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan, pihaknya sengaja tidak menghadirkan Raffi lantaran faktor keamanan.

“Raffi itu public figure. Ini soal keamanan, kita utamakan keselamatan. Raffi sendiri masih menjalankan program primer,” kata salah seorang perwakilan BBN di ruang sidang.

Di lain pihak, pengacara Raffi, Hotma Sitompul menegaskan, kehadiran Raffi sebagai pemohon diatur dalam undang-undang. Karenanya, tanpa diminta pun BNN seharusnya menghadirkan presenter muda tersebut.

Yang menarik, dalam persidangan sekelompok massa pendukung Raffi, termasuk sang ibu, Amy Qanita mengenakan kaos yang pada bagian belakangnya bertuliskan ‘Korban Konspirasi’. Sidang juga dihadiri rekan-rekan artis Raffi, seperti Luna Maya dan Jessica Iskandar.

Untuk diketahui, penangkapan Raffi di kediamannya beberapa waktu beserta beberapa rekannya, termasuk anggota DPRD DKI dari Fraksi PAN Wanda Hamidah, ditengarai berawal dari pesan singkat yang diduga berasal dari Yuni Shara, janda paruh baya mantan kekasih Raffi.

Hotma mengaku mengetahui informasi itu, namun enggan mengomentarinya. “Omongan-omongan Yuni Shara kepada para petinggi untuk menggerebek rumah Raffi, saya baca.  Saya tidak mau masuk ke ranah itu,” kata Hotma.

Isu yang beredar soal Yuni yang menjadi dalang penggerebekan di rumah Raffi ini sudah lama tercium media. Semakin santer isu tersebut setelah Yuni ditolak Raffi ketika menjenguk di BNN. Hotma kembali mengulang perkataan Raffi saat itu.

“Om, sampaikan ke Yuni Shara, saya tidak mau terima dia karena dia tahu apa yang sudah dia perbuat untuk saya,” kata Raffi seperti ditirukan Hotma. “Waktu saya tanya lebih dalam lagi, dia enggak mau ngomong,” sambung Hotma.

Sementara itu, Krisdayanti mengungkap bahwa Yuni Shara, kakaknya, kecewa dituduh sebagai dalang penggerebekan rumah Raffi Ahmad dan terkait kasus narkoba. “Yuni kecewa pasti. Tapi mudah-mudahan dengan datangnya waktu, orang akan menilai,” kata Krisdayanti.

Selebaran kertas serta broadcast soal sandek atau SMS yang diduga antara Yuni Shara dan pria bernama Tedy yang ditengarai adalah Kepala Polres Malang beredar di area persidangan PN Jaktim. Percakapan ini menggunakan bahasa walikan khas arek Malang. Selebaran yang beredar memuat terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

Berikut isi percakapan mereka.

Teddy: Iya ada anak namanya Rajiv itu siapa Jeng? Sering SMS aku, tapi aku lupa yang mana anaknya.

Yuni: Arek Malang India, setiap hari ke rumahnya anak kecil ini (Raffi maksudnya). Nama Anda sering dibawa-bawa. Nah, kita-kita kan kenal semua kalau di rumahnya itu markas segala macam.

Teddy: Oalah. Arek India yang gendut itu? Cuma kenal aku sekali doang waktu naik moge ikut grup aku. Digerebek saja nanti rumahnya, hehehe.

Yuni: Segala macam di sana, dia langsung dari BD-BD (bandar), jualan, segala macam pokoknya di-stock. Arek-arek yang kemarin di sana sepedaan.

Teddy: Alamatnya di mana Malang-nya? Entar saya intip, terus saya grebeg.

Yuni: Lho, rumahnya Raffi, Rek.

Teddy: Rumahnya Raffi di Malang?

Yuni: Jakarta, Mas. Itu markas-markas arek-arek itu, arek India itu tiap hari di sana. Dia sering di Jakarta. Segala macam Mas.

Teddy: Ohalah. Ok ok, SMS saja alamatnya. Entar saya sikat pakai pasukan BNN. Saya sadap dulu.

Yuni: Gunung balong 1, lebak bulus 3, No. 16i. Di samping Sekolah Yayasan Woduri (sebelah barat)

Teddy: Oyi. Terima kasih. Siap dilaksanakan.

Yuni: Makasih, Mas. Aku enggak pengin mama aku bolak balik masuk RS mikirin aku diginiin sama arek ini. Makasih banget Mas.

Teddy: Iya, tenang saja. (fys)

 

http://www.baratamedia.com/read/2013/03/06/11754/raffi-ahmad-korban-konspirasi-seliweran-di-pn-jaktim

Rustriningsih Terpental Dari Cagub Jateng

RUSTRININGSIH

JAKARTA, BARATAMEDIA – Rustriningsih terpental dari bursa calon gubernur (cagub) Jawa Tengah (Jateng). Dia tidak mendapat rekomendasi dari PDIP, partai yang dulu mengusungnya. Begitu pula dengan poros tengah yang digawangi Partai Gerindra. Partai ini juga enggan mengajukannya untuk maju bersaing merebut kursi Jateng-1.

Rekomendasi PDIP yang menjadi harapan Rustriningsih, justru malah jatuh ke tangan Ganjar Pranowo. Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu dipasangkan dengan Heru Sudjatmoko, yang merupakan bupati Purbalingga. Mereka akan bertarung dengan Bibit Waluyo yang sudah menggandeng Sudijono Sastroatmodjo yang diusung Partai Demokrat, PAN, dan Golkar.

Kegagalan Rustriningsing maju dalam ajang tersebut, ditandai dengan berakhirnya pendaftaran pasangan cagub-cawagub pada Selasa (05/03). Dalam lobi semalam, sebelum detik-detik terakhir pendaftaran, Rustri tidak mampu memenuhi persyaratan yang diminta Gerindra.

Partai Gerindra dan poros tengah, akhirnya mendaftarkan pasangan Hadi Prabowo dan Don Murdoko ke KPUD Jateng. Meski demikian, Rustri justru melihatnya sebagai hal yang positif atas proses politik yang panjang dan melelahkan itu.

Dia bilang, kegagalan dalam menyalonkan diri karena tidak mendapatkan kendaraan politik  adalah realitas politik yang harus dihadapi. “Niatan saya ingin melanjutkan perjuangan membangun Jateng yang bersih, adil dan maju, ternyata kenyataannya secara legal formal, berkehendak lain,” kata Rustri dalam jumpa pers di kediamannya.

Menurut dia, setiap partai punya penilaian tersendiri dalam memilih calon yang diusung sebagai cagub-cawagub. “Sekalipun berkali kali saya terus diyakinkan bahwa rakyat Jateng mendukung dan mendorong saya untuk maju memimpin, kenyataannya lain. Saya mohon maaf kepada rakyat Jateng,” tegas Rustri.(smc/nas

 

http://www.baratamedia.com/read/2013/03/06/11736/rustriningsih-terpental-dari-cagub-jateng

Demokrat Gamang Pilih KLB Atau Plt Ketum

JAKARTA, BARATAMEDIA – Sudah hampir dua pekan, Anas Urbaningrum mengundurkan diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD). Roda organisasi partai nyaris lumpuh. Tidak ada kemajuan yang berarti dalam merespons berhentinya Anas. Petinggi partai berlambang bintang mercy itu pun, hingga kini belum juga memutuskan mekanisme untuk pengisian jabatan itu.

Mereka gamang, karena Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun belum menentukan sikapnya. Dengan kondisi seperti ini, sejumlah petinggi PD tidak berani ‘potong kompas’ melangkahi sikap sang pendiri partai tersebut. Mereka terpaksa harus menunggu keputusan selanjutnya dari bos Demokrat itu.

Hal ini berimbas pada tidak menentunya nasib Kongres Luar Biasa (KLB). Begitu pula dengan posisi pelaksana tugas (Plt) ketua umum. Meski Plt sudah diserahkan kepada empat orang, yakni Waketum Jhonny Allen Marbun, Waketum Max Sopacua, Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono dan Direktur Eksekutif  PD Toto Riyanto.

Namun, format penunjukan Plt Ketua Umum yang berjumlah empat orang tersebut secara teknis-adminitratif akan menyulitkan partai ini. Terutama dalam urusan administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dengan pencalegan yang sudah memasuki penyerahan Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) pada awal April 2013 mendatang.

Belum ditentukannya pelaksanaan KLB, diakui anggota Dewan Pembina PD Syarief Hasan. Menurutnya, PD masih mengkaji dengan serius mana yang sesuai dengan UU Pemilu. “Maksudnya, apakah Plt ketua umum bisa menandatangani DCS atau harus ketua umum tetap tanpa embel-embel Plt. Itu yang sedang kami kaji. KLB atau Plt Ketum, belum bisa diputuskan,” kata Syarief di Jakarta, Rabu (06/03).

Kegalauan petinggi PD itu, diterjemahkan secara berbeda oleh Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Totok Sugiarto. Dalam pandangannya, PD khawatir kalau menggelar KLB, loyalis Anas bakal menduduki posisi penting dalam kepengurusan mulai dari DPP, DPD, hingga DPC. Hal ini yang membuat SBY gamang untuk melaksanakan KLB.

“Tetap ada kemungkinan bagi loyalis Anas untuk masuk kepengurusan baru. Bagaimana pun semua kader akan berpendapat bahwa loyalis Anas akan terkonsolidasi lebih baik dibanding saat ini. Memang sekarang ini, mereka terpecah-belah. Jika KLB dilaksanakan, mereka bakal terkonsolidasi lagi, malah akan lebih baik dari sebelumnya,” kata dia.

Namun, kata Toto, loyalis Anas yang akan masuk kepengurusan baru, pastinya takkan signfikan jumlahnya. Sebab, keberadaan mereka dalam kepengurusan baru nanti, hanya sebagai alat memunculkan soliditas partai di mata pengurus di bawah dan simpatisan. Keberadaan mereka pun akhirnya akan terpinggirkan.

“Sudah pasti,  dengan tersingkirnya Anas akan ada upaya konsolidasi dari kubu lawan Anas. Tapi upaya konsolidasi itu, tidak akan serta-merta menghapus faksi tersebut. Faksi atau kubu akan tetap ada di Demokrat. Loyalis Anas harus bersiap-siap hanya menjadi feri-feri dalam kekuasaan Demokrat ke depan,” jelas Totok.(nas)

 

http://www.baratamedia.com/read/2013/03/06/11739/demokrat-gamang-pilih-klb-atau-plt-ketum